Teruntuk Adamku sayank
Rasa hormat dan tundukku kepadamu setelah Tuhanku yang ciptakan aku dari dirimu,,
Adam, Maafkan aku jika suratku memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku dari rusukmu yang bengkok. Jadi tidak heranlah jika perjalanan hidupku sentiasa mengharapkan bimbingan darimu, sentiasa hendak membelok dari jalan kodratku, karena syetan memburuku. Adam, banyak hal yang ingin ku keluhkan kepadamu dan kaum mu. Bukan karena rautmu yang membimbangkan aku, bukan karena hartamu merisaukan aku. Tapi…risauku, gundahku dan gulana menyaksikan tingkahmu. Dari dulu sudah ku tahu mesti tunduk padamu. Namun…..terasa berat pula untukku ……..
Kau amanah mendidikku, kau tanggung jawab menjaga aku, memperhatikan dan mengawasiku tuk`sentiasa dalam ridha Tuhanku dan Tuhanmu.
Tapi Adam, apa yang sudah terjadi pada kaumku ?, aku dan kaumku ramai mendurhakaimu, menyimpang dari jalan takdirku. Seharusnya aku tinggal tetap dirumah menanti dan menjaga smua milikmu. Di jalan, di bandar-bandar bukanlah tempatku. Aku keluar dan kututup seluruh bagian tubuhku yang menjadi hak mu.
Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru anak-anakmu. Tapi mengapa diwaktu yang sama , aku maju ke muka mengurus negara, ku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja tiada kerja. Kau lihat kupanjat lingkungan pejabat , kainku tinggi menyingsing paha amankan negara. Adam…..mengapa kau biarkan aku begini ??? kau sekarang tak seperti yang dulu. Tlah hilangkah kasihmu padaku ???
Adam…..Marahkah kau jika hawa menginjakmu……?, kau berkata “ Hawa keras kepala, tak mau dengar kata, tak mudah makan nasihat “. Harusnya kau tanya dirimu, apakah pantas jadi imam ku ? Adam…. Kau punya akal manakala aku kelebihan nafsu. Kaulah imamku dan aku hanya pengikutmu. Akalku satu nafsuku beribu !!! Adamku sayank… perdengarlah untukku kalimat syahdu dari Tuhanmu, Raihlah tangganku kembali pada kodratku, Bawalah aku keruang qolbu cintamu. Atau kau akan malu pada dirimu dan Tuhanmu yang kau agungkan itu …………….